Hanya perjuangan dan kesabaran untuk ikhlas
istiqomah di jalan-NYA yang akan mengantarkan
kerja keras kita pada kemuliaan-NYA pula”
Kadang kesenderian membuat kita mencintai
orang-orang yang pernah memberikan kita
selaksa energi untuk berjuang.
Kesendirian pula, membuat kita semakin tegar
memaknai proses Tarbiyah dari Allah. Bagaimana
kita melewati hari dengan tumpukan tuntutan,
melewati minggu dengan beribu penyesuaian.
semua seperti nyanyian kehidupan yang sayang
jika tak bisa di petik hikmahnya.
Kesendirian juga mengajarkan, bahwa orang-
orang yang pernah bersama kita dulu, adalah
sumber inspirasi selama mereka pernah
meletakkan berjuta asa dan ilmu untuk kita
rengkuh. Pelajaran hikmah untuk kita maknai.
Merekalah orang-orang berjiwa besar yang
banyak memberi Inspirasi.
Kesendirianlah yang membuat kita belajar untuk
berdiri kokoh setegar karang. Menerobos
kuatnya badai dengan segudang semangat.
Menguatkan jiwa dengan gelora iman yang
membara. Kesendirianlah yang membuat kita
terus melaju.. bertarung hingga kelelahan menjadi
teman setia kita.
Kesendirian sejatinya melelahkan dan
melemahkan. Namun, aku selalu percaya, dari
setiap kelelahan selalu ada kebahagiaan, dari
setiap kelemahan selalu menyimpan energi
kekuatan yang tak tertandingi.
Kesendirian, membuatku belajar. Bagaimana
memahami setiap pesan dari-Nya.. menisbahkan
semua resah cukup untuk-Nya.. dan meletakkan
semua harap agar selalu tertuju pada-Nya..
Kesendirianlah yang mengajarkanku semuanya..
Kesendirian, membuatku memahami, bagaimana
menjaga semangat agar selalu tertata, menjaga
hati agar kokoh hingga tergenapkan oleh-Nya..
menjaga diri agar panah syetan hanyalah sebuah
buaian malam di siang yang terang.. Menjaga Jiwa
agar selalu mengawasi keberadaan nafsu.. dan
menjaga kemampuan agar selalu memberikan
inspirasi bagi siapapun yang kita temui.
Kesendirian yang mengajarkannya..
Mengajarkan kita untuk bertahan…
Buat yang sedang rindu menanti
Segenggam tabah dipertahankan
Buat bekalan di perjalanan
Kau bebat luka yang berdarah
Kau balut hati yang calar
Telah tertulis suratan nasibmu
Derita buatmu ada hikmahnya
Terlukis senyum di bibir lesu
Tak siapa tahu hatimu
Biarpun keruh air di hulu
Mungkinkah jernih di muara
Biarpun jenuh hidup dipalu
Pasti bertemu tenangnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar